MINU Trate Putri Gandeng RSI Nyai Ageng Pinatih Gelar Seminar Parenting, Dorong Kolaborasi Cegah Bullying

GRESIK, 8 Agustus 2026 — MINU Trate Putri Gresik mengawali tahun ajaran baru 2026/2027 dengan memperkuat sinergi antara madrasah dan orang tua melalui kegiatan Seminar Parenting bersama RSI Nyai Ageng Pinatih.

Seminar yang digelar di lingkungan MINU Trate Putri tersebut mengusung tema “Kolaborasi Orang Tua dan Sekolah Membangun Generasi yang Aman, Peduli, dan Berkarakter.” Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi para wali murid untuk meningkatkan pemahaman tentang karakter anak, pola asuh, komunikasi dalam keluarga, sekaligus pencegahan bullying.

Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Komite MINU Trate Putri bekerja sama dengan pihak madrasah dan RSI Nyai Ageng Pinatih. Seminar menghadirkan Emmy Soelistjorini M., S.Psi., narasumber yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di bidangnya.

Dalam pemaparannya, Emmy mengajak para orang tua untuk tidak hanya melihat perilaku anak dari apa yang tampak, tetapi juga memahami perasaan, cara berpikir, karakter, serta kebutuhan anak dalam setiap tahapan tumbuh kembangnya.

Menurutnya, kedekatan dan komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi bagian penting dalam mendeteksi berbagai persoalan yang mungkin dialami anak. Hal tersebut juga menjadi salah satu langkah untuk mencegah terjadinya bullying maupun persoalan sosial lainnya di lingkungan anak.

“Mengenal anak bukan sekadar mengetahui apa yang mereka lakukan, tetapi juga memahami apa yang mereka rasakan dan butuhkan,” menjadi salah satu pesan penting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Pembahasan mengenai karakter anak dan pencegahan bullying mendapat perhatian cukup besar dari para peserta. Para wali murid diajak membangun pola komunikasi yang sehat agar anak memiliki ruang yang aman untuk bercerita mengenai pengalaman maupun persoalan yang mereka hadapi.

Seminar parenting tersebut dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh wali murid kelas 1, 2, dan 3, sedangkan sesi kedua diikuti oleh wali murid kelas 4, 5, dan 6.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Pada sesi dialog dan tanya jawab, sejumlah wali murid menyampaikan pertanyaan dan pengalaman terkait pola asuh, karakter anak, hingga berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya seminar, kegiatan juga dilanjutkan dengan sesi konseling bersama para konselor. Wali murid yang sebelumnya telah melakukan pendaftaran mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi secara langsung mengenai kondisi maupun permasalahan yang sedang dihadapi putra-putrinya.

Kepala MINU Trate Putri melalui kegiatan tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan anak. Pendidikan, kata dia, tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi juga dimulai dari keluarga dan lingkungan tempat anak tumbuh.

Kolaborasi antara orang tua, madrasah, dan lingkungan diharapkan dapat menciptakan ruang tumbuh yang aman dan nyaman bagi anak. Dengan komunikasi dan pendampingan yang berjalan beriringan, berbagai persoalan yang dihadapi anak diharapkan dapat dikenali dan ditangani sejak dini.

Seminar parenting ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen MINU Trate Putri untuk membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan perlindungan anak.

Melalui penguatan kolaborasi antara madrasah dan keluarga, MINU Trate Putri berharap dapat bersama-sama mendampingi anak-anak tumbuh menjadi generasi yang aman, peduli, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.

Leave a reply