
Sering Lemas dan Mudah Lapar? Waspadai 3 Gejala Gula Darah Tinggi Ini!
Oleh: dr. Alifatul Maslachah, Sp.PD (Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSI Nyai Ageng Pinatih Gresik)
Pernahkah Anda merasa sudah makan banyak tetapi perut masih saja terasa lapar? Atau, apakah Anda akhir-akhir ini jadi lebih sering terbangun malam hari hanya untuk buang air kecil? Jangan sepelekan kondisi tersebut. Bisa jadi, itu adalah sinyal dari tubuh bahwa kadar gula darah Anda sedang melonjak tinggi.
Dalam dunia medis, kondisi gula darah tinggi ini disebut dengan hiperglikemia. Sifatnya cukup tersembunyi karena sering kali berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan keluhan yang berarti di awal. Namun, jika dibiarkan terus meningkat, gejalanya akan mulai mengganggu produktivitas dan aktivitas harian Anda.
Ada tiga gejala klasik utama (dikenal dengan sebutan “3P”) yang wajib kita kenali bersama:
- Polifagia (Mudah Lapar)
Meskipun Anda baru saja selesai makan, rasanya nafsu makan tetap tinggi dan perut mudah sekali merasa lapar. Mengapa ini bisa terjadi? Hal ini dikarenakan zat gula (glukosa) di dalam tubuh menumpuk di aliran darah dan tidak bisa diserap secara optimal oleh sel-sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Akibatnya, tubuh Anda merasa “kelaparan” dan terus mengirimkan sinyal untuk makan. - Polidipsia (Haus Berlebihan)
Pernahkah Anda merasa tenggorokan sangat kering dan ingin minum terus-menerus melebihi batas wajar? Ketika kadar gula darah terlalu tinggi, tubuh secara otomatis akan berusaha membuang kelebihan gula tersebut melalui saluran kemih. Proses ini menarik cairan tubuh dalam jumlah besar, sehingga Anda akan rentan mengalami dehidrasi dan terus-menerus merasa haus. - Poliuria (Sering Buang Air Kecil)
Sebagai akibat dari rasa haus dan tubuh yang terus membuang kelebihan gula, Anda akan menjadi lebih sering buang air kecil dengan volume yang lebih banyak dari biasanya. Gejala ini paling sering disadari ketika Anda harus berkali-kali terbangun di malam hari hanya untuk ke kamar mandi, sehingga kualitas tidur malam Anda menjadi terganggu.
Selain tiga gejala utama di atas, ada beberapa tanda penyerta lain yang juga perlu Anda waspadai, seperti tubuh yang rasanya mudah lelah sepanjang hari, penurunan berat badan secara drastis tanpa sebab yang jelas, hingga pandangan mata yang mendadak kabur atau buram.
Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan?
Berdasarkan panduan standar medis internasional terbaru (ADA Standards of Care), seseorang dapat didiagnosis mengalami diabetes jika hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil sebagai berikut:
- Gula Darah Puasa (GDP): Sama dengan atau lebih dari 126 mg/dL.
- Gula Darah 2 Jam Setelah Tes Toleransi Glukosa (TTGO): Sama dengan atau lebih dari 200 mg/dL.
- Hasil Pemeriksaan HbA1c (Rata-rata gula darah 3 bulan): Sama dengan atau lebih dari 6,5%.
- Gula Darah Sewaktu (GDS): Sama dengan atau lebih dari 200 mg/dL, yang disertai dengan munculnya gejala-gejala klasik di atas
Jangan Tunggu Sampai Parah!
Mencegah dan mendeteksi dini jauh lebih baik daripada mengobati. Jika Anda atau anggota keluarga di rumah mulai merasakan kombinasi gejala-gejala di atas, segera lakukan pemeriksaan kadar gula darah secara akurat.
Layanan Laboratorium 24 Jam dan Poli Penyakit Dalam RSI Nyai Ageng Pinatih Gresik siap membantu Anda untuk mendapatkan pemeriksaan yang cepat dan diagnosis yang tepat langsung dari ahlinya. Yuk, jaga produktivitas kita dengan mendeteksi kesehatan sejak dini!
- 📱 Pendaftaran Instan via WhatsApp: Chat ke 0858 1526 1141
- 🚨 Layanan Gawat Darurat IGD & Ambulans:Siap siaga 24 Jam penuh melalui nomor telepon (031) 3981167
Leave a reply